Updates

Pindah Rumah dari Blogger ke Self-Hosted WordPress

Pindah dari Blogger ke self-hosted WordPress? Hmm.. Butuh pertimbangan cukup panjang sebelum saya bisa memutuskan hal ini. Pasalnya sejak akhir tahun kemarin saya sudah berusaha melahirkan kembali blog saya di Blogger (fair-de.com). Dan hasilnya? Cukup lumayan. Dengan modal 20-an post baru yang benar (pengalaman pribadi yang bermanfaat bagi orang lain), ternyata sanggup membangkitkan visitor blog hingga stabil di kisaran 400 page views ke atas per harinya.

Setelah dipikir-pikir, justru mumpung baru reborn tidak ada salahnya segera pindah rumah. Justru jika ngotot tetap melanjutkan, akan semakin menambah keraguan untuk pindah ke WordPress.

Akhirnya setelah menunda pembelian shared-hosting selama lebih kurang 3 minggu, kini ferdyhendrawan.com bisa mulai mengudara di dunia maya. Kesampaian juga pindah dari Blogger ke self-hosted WordPress.  Nantinya, blog saya yang lama di fair-de.com (Blogger) kemungkinan besar hanya akan diisi blog tentang berita-berita saja. Sedangkan blog yang ini (WordPress) akan diisi tentang uneg-uneg yang ada di dalam pikiran saya, entah itu pengalaman ataupun ilmu yang saya miliki.

Kesan Pertama setelah Pindah dari Blogger ke Self-Hosted WordPress

wordpress logo

Ini bukan pertama kalinya saya menggunakan WordPress dan juga hosting. Hanya saja sebelumnya tidak benar-benar memakai WordPress dan hosting untuk nge-blog, tetapi saya menggunakannya untuk keperluan yang lain. Tepatnya untuk membuat toko online. Tetap memakai WordPress, tetapi langsung diinstall tema khusus toko online karena memang tidak ingin ribet dengan urusan coding. Jadinya ya nanti sebagian besar kita hanya melakukan input-input produk ataupun informasi tentang toko online yang kita buat. Kita tidak perlu mengurusi coding-coding, walaupun sebenarnya bisa saja kalau mau.

Berbeda halnya dengan nge-blog, rasanya mungkin akan terasa aneh bagi saya jika hanya melakukan input-input tulisan saja. Pengalaman 8 tahun menggunakan Blogger telah membiasakan saya untuk mengurusi template yang berhubungan dengan HTML, CSS, maupun Javascript sendiri. Ada suatu kepuasan tersendiri ketika berhasil mengatasi permasalahan-permasalahan yang terjadi dengan hal-hal tersebut.

Mungkin karena sudah terbiasa dengan Blogger itulah, saya malah menganggap bahwa memakai WordPress terkesan ruwet. Untuk menyelesaikan masalah yang sederhana saja kita harus mengeklik beberapa kali, bahkan puluhan. Puluhan klik inilah yang mungkin saya sebut ruwet dan menghabiskan banyak waktu.

Kok begitu? Karena terlalu banyak masalah yang bisa diselesaikan dengan klik-klik saja. Tinggal install plugin, setting dikit, beres. Hahaha..

Tapi.. tapi nih ya, step klik-kliknya itu mungkin terlalu banyak. Kalau di Blogger hanya perlu klik 2-3x lalu tinggal tulis-tulis coding sendiri. Kalau di WordPress bisa jadi untuk menyelesaikan suatu masalah, kita hanya perlu klik-klik saja dari awal sampai akhir.

Powefull sih, tapi berarti kita hanya lebih fokus ke isi konten. Mungkin karena masih pakai tema orang juga dan belum berani mengedit-edit tema. Haha..

Kira-kira begitulah kesan pertama saya terhadap WordPress ini. Mirip-mirip pakai mobil otomatis setelah sebelumnya terbiasa menggunakan mobil manual. Hahaha.. By the way, saya menggunakan hosting Niagahoster paket Personal. Cukup ok performanya sejauh ini. See you later di post selanjutnya.

Sumber Gambar:
https://news.rumahrei.com/wp-content/uploads/2016/03/pindah_rumah.jpg
https://s.w.org/about/images/logos/wordpress-logo-notext-rgb.png

 

Leave a Reply

%d bloggers like this: