Dota 2

Membahas Performa Tim Fnatic Dota 2 di ESL One Genting 2017

Hi, guys! Walaupun sebenarnya saya masih bingung menentukan tema untuk blog ini, tetapi kali ini saya gemas untuk menulis sesuatu. Apaan bro? Hahaha, sesuai judul saya ingin sekali membahas performa tim Fnatic Dota 2 di ESL One Genting 2017. Mengapa? Karena kali ini salah satu pemain Dota 2 terbaik Indonesia, Muhammad Rizki “InYourdreaM” Anugrah menjadi salah seorang pemain dari tim Fnatic yang berlaga di ajang ini.

Bagi yang ingin mengetahui info lengkap tentang turnamen Dota 2 ESL Genting 2017 bisa melihat infonya di sini http://en.esl-one.com/dota2/genting-2017/. Semua info tentang ESL One Genting 2017 bisa didapatkan di link tersebut.

Kembali ke tim Fnatic, kali ini Fnatic menggunakan roster baru mulai tahun 2017. Setelah 3 mantan pemain TNC (Raven, eyyou, DeMoN) keluar dari tim, kali ini Fnatic merekrut inYourdreaM dan Febby sebagai anggota baru mereka. Untuk melengkapi roster ada juga YamateH yang berperan sebagai standin khusus pada turnamen ESL One Genting 2017.

Inilah roster Fnatic pada ESL One Genting 2017 :

Yee Fung “Mushi” Chai – Mid/Carry
Muhammad Rizky “Inyourdream” Anugrah – Mid/Carry
Chong Xin “Ohaiyo” Khoo – Offlaner
Yong-min “Febby” Kim – Roaming Support
Ng “YamateH” Wei Poong – Hard Support (Stand in)

Roster Fnatic ESL One Genting 2017
Dari kiri ke kanan : YamateH, Ohaiyo, Mushi, InYourdreaM, Febby

Sayang sekali dalam ajang ini Fnatic menderita kekalahan 3 kali berturut-turut, dimana mereka kalah dalam 1 match melawan Virtus Pro (VP) pada laga pertama penyisihan grup A dan kalah dalam 2 match melawan Team NP (NP) pada laga lower bracket pertama grup A.

Dari ketiga laga tersebut yang menurut saya terlihat paling mencolok adalah selalu outpicked  dan kedua support serta offlanernya selalu under perform , terutama dalam dua laga awal. Terlihat sekali masih belum kompaknya roster baru ini, mengingat mereka baru bergabung bersama di Malaysia hanya 2-3 hari sebelum event dimulai.

Roster Fnatic Dota 2 ESL One Genting 2017

YamateH yang memang role utamanya adalah seorang midlaner, tampak masih canggung dalam memerankan peran barunya sebagai hard support. Begitu pula dengan Febby yang memerankan posisi aslinya sebagai posisi 4 masih belum bisa beradaptasi dengan lingkungan barunya. Ohaiyo juga entah kenapa dalam 2 awal selalu gagal dalam memakai Slardar. Mungkin itu semua memang efek draft pick dari tim Fnatic yang bisa dikatakan kalah dari lawannya.

Pada game ke-2 sendiri, rookie asal Indonesia InYourdreaM juga kewalahan melawan offlaner lawan. Dark Seer saat dia memakai Queen of Pain yang pada saat itu dia berperan sebagai carry. Aneh kan draftnya, seorang QoP dijadikan carry oleh tim Fnatic, sedangkan musuhnya (Team NP) memiliki banyak disabler. Dia juga sering salah posisi pada game ini, sehingga beberapa kali mati sia-sia.

Biar tidak bingung, yang saya maksud game 1 adalah game saat melawan VP, sedangkan game 2 dan 3 adalah game saat melawan NP. Berikut ini adalah link Dotabuff match-match tersebut:

Game 1 (vs VP)                     : https://www.dotabuff.com/matches/2897064589

Game 2 (vs NP – Game 1) : https://www.dotabuff.com/matches/2899199807

Game 3 (vs NP – Game 2) : https://www.dotabuff.com/matches/2899277641

Nah, baru pada game ketiga mereka (Game ke-2 vs NP) pada ajang ESL One Genting 2017 mereka mulai menemukan sesuatu yang hilang pada 2 game sebelumnya. Mereka mulai menemukan ritme permainan mereka. Ohaiyo, Febby, dan YamateH mulai keluar dari tekanan dan berhasil menampilkan permainan apik pada awal laga.

InYourdreaM juga bisa mengeluarkan kemampuan terbaiknya pada game ketiga. Salah satu faktornya adalah karena dia memakai Tinker, hero yang memang biasa dia pakai di pub game.

Lagi-lagi apes bagi tim Fnatic, mereka melakakukan 2 blunder yang cukup fatal. Yang pertama adalah saat InYourdreaM mencoba by 1 melawan EternalEnvy pada saat pushing top lane. Terlihat IYD terlalu over confident  yang pada akhirnya malah mengakibatkan dirinya sendiri mati karena adanya backup dari tim lawan.

Memang karena adanya Bloodstone dan chargenya cukup banyak, dia hanya perlu waktu belasan detik untuk respawn. Tetapi kehilangan waktu belasan detik saja sudah bisa mempengaruhi hasil akhir permainan. Andaikan saja tidak mati, dia pasti masih bisa memberikan tekanan kepada musuh dengan terus teleport dan spamming March of The Machines. Juga tidak akan memberikan sejumlah gold kepada musuh secara cuma-cuma.

Blunder yang kedua berlangsung tidak lama sesudah kejadian tersebut. Empat pemain Fnatic minus IYD terlihat berusaha melakukan gank terhadap Team NP. Hanya saja saat itu Team NP sendiri sudah pada posisi yang cukup bagus, mereka berada di sekitar shrine atas The Dire. Sedangkan Fnatic sendiri berada di low ground dan tidak memiliki vision pada area tersebut.

Alhasil Febby (Riki) yang sedang melakukan scouting dan membawa Mushi (Lifestealer) nampak kaget saat memasuki area high ground tersebut. Febby langsung men-cast skill ultimate Riki tetapi tidak mengenai satupun dari Team NP karena mereka memang sudah mempersiapkan diri sebelumnya. War yang kacau itupun bisa dimenangkan Team NP dengan mudah. IYD yang hanya bisa melakukan teleport terdekat ke tower Tier 1 mid pun tidak bisa melakukan backup pada waktunya.

Pada akhirnya IYD yang menjadi last man standing hanya bisa melakukan defense sendirian dan melakukan satu kali buyback hingga akhir permainan. Sungguh disayangkan!

Sudah bisa diprediksi sebenarnya jika mereka akan kalah lagi jika bermain late game. Karena draft mereka hanya bagus setidaknya untuk 60 menit pertama, di atas itu akan menjadi keuntungan untuk tim lawan. Gamenya sendiri berlangsung sekitar 74 menit.

Salah satu kekurangan lagi dalam tim Fnatic pada ajang kali ini mungkin kurangnya komunikasi. Jika dilihat hampir jarang sekali mereka melakukan komunikasi, entah melalui mic, chat, ataupun berkomunikasi secara langsung dengan teman di sebelahnya saat game berlangsung.

Terutama inYourdreaM yang selalu disorot kamera hampir sepanjang pertandingan. Tidak terlihat ia melakukan komunikasi via mic ataupun melakukan gestur mengetik. Sepertinya itu juga yang menjadi sebab dia jarang mendapatkan back up dari teman-temannya pada saat early game. Padahal seharusnya jika bermain tim, kita harus melakukan komunikasi secara intensif.

Ya sudahlah. Sekarang kita harus memetik pelajaran pada turnamen kali ini. Tiga tim dari SEA (Fnatic, WG Unity, dan Execration) harus menempati tiga posisi terbawah pada ESL One Genting 2017.

Keep fighting SEA Doto!

Leave a Reply

%d bloggers like this: