Dota 2

InYourdreaM Resmi Keluar dari Tim Fnatic Dota 2

Berita kurang mengenakkan datang dari InYourdreaM, pemain dengan MMR terbaik di Indonesia yang baru saja menjalani turnamen ESL One Genting 2017 di Indonesia. Dilansir situs resmi Fnatic InYourdreaM harus mengundurkan diri dari tim Fnatic Dota 2 karena ada urusan keluarga yang mendesak. Berarti dengan ini InYourdreaM resmi keluar dari tim Fnatic Dota 2.

Seperti dikutip dalam berita pada situs resmi Fnatic, InYourdreaM berkata “Saya cukup senang (telah bergabung di tim Fnatic) dan juga mendapatkan banyak pengalaman di ESL One Genting. Tetapi sayangnya, saya tidak mempunyai pilihan lain selain mengundurkan diri dari tim Fnatic karena adanya urusan keluarga yang cukup mendesak. Saya harus mengucapkan permintaan maaf yang sedalam-dalamnya kepada teman-teman setim saya, adanya miskomunikasi dari pihak saya telah membuat masalah bagi tim. Terima kasih untuk seluruh dukungan dari kalian semua dan saya berharap dapat kembali lagi ke dunia pro Dota 2 dalam waktu dekat.

Fnatic InYourdreaM ESL One Genting 2017

Tanda-tanda InYourdreaM keluar dari tim Fnatic sendiri sudah ada sejak tanggal 8 Januari, atau satu hari sebelum adanya pernyataan resmi di website Fnatic. Tanda yang pertama adalah IYD sendiri menghapus cover photo pada page official dia yang mana pada awalnya adalah gambar logo Fnatic. Tanda yang kedua adalah pada tanggal 8 Januari sekitar pukul 20.00-22.00 WIB saya mendapati bahwa Mushi, Febby, dan Ohaiyo tengah bermain (atau mungkin berlatih) dengan 2 orang temannya (bukan IYD dan YamateH) yang kemungkinan besar adalah calon pemain baru Fnatic.

Cukup mengejutkan memang bagi cukup banyak kalangan. InYourdreaM yang awalnya diproyeksikan sebagai pemain jangka panjang tim Fnatic tiba-tiba hanya menjadi pemain sementara selama 6 hari (4 Januari – 9 Januari, sumber Liquipedia). Hal ini tidak urung menimbulkan banyak spekulasi tentang alasan InYourdreaM keluar dari Fnatic yang sebenarnya.

Tidak sedikit suara miring yang mengatakan bahwa penyebab keluarnya IYD adalah desakan dari Mushi yang belakangan kontroversial setelah videonya yang tidak simpatik dengan pemain Fnatic lainnya beredar di True Sight. Dalam True Sight terlihat Mushi begitu sinis menanggapi argumen pemain lainnya dan juga tidak mau melakukan tos (high five).

But, jangan salah paham dulu guys. Walaupun terkesan cuek dan sombong, sebenarnya dalam video tersebut terlihat juga bahwa Mushi sebenarnya sangat respect kepada teman setimnya. Coba saja lihat video True Sight secara utuh, dan gunakan perasaan, jangan logika. Yah, walaupun entah kenapa pada akhirnya 3 mantan pemain TNC keluar dari Fnatic. Yang pasti, Fnatic bukan milih Mushi kan guys? Jika Mushi memang pendiri Fnatic silahkan saja mem-blame Mushi sejadi-jadinya. But, he’s not own Fnatic.

Fnatic InYourdreaM ESL One Genting 2017

Menurut saya sendiri, problem keluarga seperti yang dikatakan IYD memang benar adanya. Tetapi sebenarnya entah bisa kita katakan urusan yang mendekat atau tidak, yang pasti kemungkinan besar ini adalah masalah ijin dari orang tuanya.

Dengan kegagalan di ESL One Genting 2017, berarti tim Fnatic hanya memperoleh hadiah sebenar 5000 US$.  Jika saja uang tersebut dibagi berlima, pasti hanya sekitar 1000 US$ yang didapat per pemain. Padahal, dalam satu tim pasti tidak hanya melibatkan anggota tim yang bermain saja, ada juga pemain cadangan, bagian analisis, manajer, dan sebagainya.

Anggap saja IYD mendapatkan fee sekitar 500-1000 US$. Dengan pendapatan yang hanya “segitu” mungkin tidak cukup untuk menggerakkan hati orang tuanya agar mengijinkan anak mereka melepaskan kuliah dan menjalani karir di dunia Dota 2 pro.

Ya ya ya, jika itu penghasilan bulanan yang didapatkan seorang karyawan di Indonesia, jumlah tersebut pastinya sudah di atas rata-rata gaji orang kebanyakan. Tetapi mengingat IYD masih kuliah, perjalanan pergi-pulang Indonesia-Malaysia pasti akan sangat sering dilakukan dan akan membutuhkan ongkos yang sangat besar.

Lulus kuliah memang menjadi salah satu modal kita untuk memperoleh pekerjaan yang layak nantinya, walaupun bukan jaminan. Bisa dimaklumi kalau orang tuanya berpikiran seperti itu.

Mungkin akan berbeda hasilnya jika tim Fnatic menjuarai turnament ESL One Genting 2017. Dengan hadiah 125.000 US$ bagi juara 1, garansi ratusan juta rupiah sudah pasti dikantongi para pemainnya. Orang tua IYD pun akan mempertimbangkan lagi memperbolehkan anaknya cuti/out kuliah atau tidak.

Dari awalnya saja sendiri sepertinya IYD menjadikan ajang ESL One Genting ini sebagai ajang “magang” di tim Fnatic. Jika sukses dia akan bertahan, jika tidak dia akan mengundurkan diri. Mepetnya jadwal kedatangan dia di Malaysia menjadi salah satu yang menandakan hal tersebut.

Lumayan sih, setidaknya ini merupakan salah satu pengalaman berharga bisa bermain di salah satu ajang besar dan juga di depan ribuan banyak orang secara langsung. Demam panggung harus segera di ajang-ajang yang akan diikuti selanjutnya.

Keep your dream alive, InYourdreaM!

Leave a Reply

%d bloggers like this: